Tampilkan postingan dengan label Produktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produktif. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 22, 2016

Menerapkan Efek Khusus Pada Objek Produktif

By aldibahar | At Senin, Agustus 22, 2016 | Label : | 0 Comments

Pada pelajaran kali ini tepatnya di jam terakhir kami belajar tentang efek. guru kami menyuruh kami untuk membuat api kebakaran, sesudah itu guru kami memeriksa pekerjaan yang tadi di surukan, tapi hanya 2 orang di antara teman kami yang berhasil menyelesaikan tugas tersebut. Dan saya sendiri pun belum selesai mengerjakannya. Tetapi saat itu jam pelajaran sudah habis guru kami hanya bilang tugas kalian saya periksa minggu depan.


Sabtu, Agustus 20, 2016

Menggabungkan photografis Digital Dalam Sajian Multimedia

By aldibahar | At Sabtu, Agustus 20, 2016 | Label : | 0 Comments
Langkah 1: Membuat dokumen baru
Buat dokumen baru di Photoshop. Anda bebas untuk memilih apa pun dimensi yang dikehendaki, anda memilih 2000 x 1000 piksel untuk tutorial ini. Biarkan sisa pengaturan pada nilai standar.

Langkah 2: Menambahkan gradien

Pilih Gradient Tool (shift + g) dan untuk menetapkan pengaturan warna ke # 4ba614 dan # 008c00. Pilih lingkaran seperti gaya gradien dan menciptakan gradien dari pusat gambar Anda ke atas nya. 

Langkah 3: Menambahkan beberapa teks
Sekarang saatnya untuk menggunakan font . Pilih Type Tool (t) dan pilih Candice atau Terserah Anda sebagai font tapi anda pakai Candice . Mengatur ukuran font-500 piksel (atau nilai yang sesuai dengan dimensi gambar Anda) dan ketik teks pilihan Anda.
Karena anda membuat-seperti efek permen anda mengetik "Beddue"

Langkah 4: Centering teks
Setelah itu pilih latar belakang dan lapisan teks bersama-sama dengan mengklik pada mereka pada palet layer sambil memegang sebuah apel) ctrl-tombol (perintah jika yang Anda gunakan. Pastikan Anda memiliki Move Tool (v) yang dipilih. Sekarang Anda dapat pusat teks lapisan Anda secara vertikal dan horizontal dengan menggunakan tombol berjajar dalam palet pilihan Anda, yang secara default ditempatkan di atas ruang kerja Anda.
Langkah 5: Membuat pola kustom
Sekarang kita akan menciptakan pola kustom yang kita akan berlaku untuk teks kita nanti.
Membuat Dokumen Baru (ctrl + n) dan untuk menetapkan dimensi 200 x 200 piksel.

Langkah 6: Menambahkan dan berputar persegi panjang
Pilih Rectangle Tool (u) dan menciptakan sebuah persegi panjang dengan lebar 400 pixel dan tinggi 35 pixel. Merubah persegi panjang dengan menekan Ctrl + t ketika sedang dipilih dan putar 45 ° sambil menahan tombol Shift-bawah (seperti ini, persegi panjang berputar hanya dalam 15 °langkah). Pusat persegi panjang yang diputar di latar belakang seperti yang kita lakukan pada Langkah 5 dengan teks kami.

Langkah 7: Terapkan gradien
Klik kanan pada lapisan-persegi panjang dan pilih Blending Options. Pergi ke Gradient Overlay dan menetapkan gradien dengan warna # cc0000 dan # b50000. Mengatur sudut gradien untuk 135 °, gunakan linier sebagai gaya dan menerapkan gradien.

Langkah 8: Multiply persegi panjang
Salin layer persegi panjang Anda dengan menekan Ctrl + j. Pilih Move Tool (masih v) dan pastikan Anda memiliki disalin lapisan baru dipilih, tahan-key dan tekan 5 kali Shift kiri dan 5 kali atas (dengan menekan tombol shift sambil bergerak-lapisan dengan tombol panah Anda membuat langkah 10 piksel. Itu berarti kami pindah kami lapisan 50 pixel ke kiri dan 50 pixel ke atas).
Copy disalin persegi panjang (Shape 1 copy) dan ulangi proses.
Pilih persegi panjang asli lagi, salin dan tekan 5 kali kanan dan ke bawah sambil menahan tombol shift. Salin persegi panjang terbaru dan ulangi proses.
Sekarang Anda memiliki 5 persegi panjang, masing-masing dengan lebar 50 pixel dan margin 50 pixel persegi panjang berikutnya.

Langkah 9: Tentukan pola
Pergi ke Edit -> Define Pattern ... dan nama "baru pola Candy" pola. Pola ini secara otomatis akan muncul dalam pola terakhir membuat Anda digunakan.

Langkah 10: Menerapkan opsi blending untuk teks
Kembali ke gambar asli kami dan klik kanan pada lapisan-teks. Buka Blending Options dan menerapkan gaya yang ditampilkan pada gambar di bawah. Gunakan Candy Pola dibuat pola baru sebagai overlay.

Langkah 11: Hampir sampai
Pilih Ellipse Tool (shift + u) dan menciptakan elips yang mencakup sekitar sepertiga atas jenis Anda. Pastikan warnanya putih.
Rasterize lapisan Anda dengan mengklik kanan dan memilih Rasterize.

Langkah 12: Bermain dengan pilihan
Ctrl +klik pada layer-teks untuk membuat pilihan di sekitar teks Anda dan tekan
Ctrl+Shift + i untuk membalikkan pilihan Anda. Pastikan Anda elips-lapisan dipilih dan tekan Hapus. Hanya bagian dari elips yang tumpang tindih dengan teks yang tersisa.

Langkah 13: Menambahkan lapisan-mask
Sekarang membuat Layer Mask pada lapisan elips dan pilih Gradient Tool (shift + g). S Mengatur warna gradien untuk hitam (# 000000) dan putih (# ffffff) gaya dan linier. Tahan-tombol Shift untuk membuat lurus gradien sempurna dari titik tertinggi teks Anda mencapai titik terendah. Setelah gradien diterapkan ke lapisan masker Anda selesai.

Hasil akhir

Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produktif)

By aldibahar | At Sabtu, Agustus 20, 2016 | Label : | 0 Comments
·       DEFINISI KAMERA
Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang di arahkan oleh sang sutradara kemudian divisisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan.
o  Kamera dioperasikan oleh kru film yang biasa disebut kameramen.
o  Kameramen mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan sutradara.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut  Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya. Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami  juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.
Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai,mikrofon,kabel extension,dll


Selasa, Agustus 16, 2016

Menerapkan Efek Khusus Pada Objek Produktif

By aldibahar | At Selasa, Agustus 16, 2016 | Label : | 0 Comments
Membuat efek api membakar sampah 
Pada pelajaran ini kami belajar banyak tentang penggunaan efek api, dan hari ini kami semua memeriksa hasil pekerjaan kami masing-masing yaitu penggunaan efek api dan di antara pekerjaan kami memiliki sesuatu yang unik dan alhamdulilah guru yang memeriksa tugas tersebut merasa puas dengan apa yang telah saya kerjakan.

Minggu, Agustus 14, 2016

Menggabungkan Photo Grafi Digital Kedalam Sajian Multimedia (Definisi Kamera)

By aldibahar | At Minggu, Agustus 14, 2016 | Label : | 0 Comments
             DEFINISI KAMERA
     Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang di arahkan oleh sang sutradara kemudian divisisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan.

Menerapkan Teknik Penga,bilan Gambar Produktif (Perbedaan Film & Video)

By aldibahar | At Minggu, Agustus 14, 2016 | Label : | 0 Comments
·         Film merupakan rangkaian banyak frame (Bingkai ) gambar yang diputar dengan kecepatan tertentu.

·         Video merupakan banyak rangkain  frame (Bingkai) gambar yang didalamnya berisi tahap demi     tahap dari suatu gerakan / skuen yang diputar dengan kecepatan tertentu.

  

Sabtu, Agustus 13, 2016

Menggabungkan Audio Kedalam Sajian Multimedia

By aldibahar | At Sabtu, Agustus 13, 2016 | Label : | 0 Comments
Pada pelajaran ini kami dibagi menjadi dua kelompok dan kelompok pertama semuanya adalah perempuan dan kelompok kedua terdiri dari laki-laki, setelah pembagian kelompok kami semua diberi tugas untuk membuat efek api dan kami harus memilih pemain dari teman kami.

Minggu, Agustus 07, 2016

Memahami Penggunaan Tata Cahaya

By aldibahar | At Minggu, Agustus 07, 2016 | Label : | 0 Comments


Pada jam pembelajaran ini kami di ajarkan tentang cahaya, kemudian kami di beri pertanyaan bahwa apakah itu cahaya? lalu diantara kami semua ada yang menjawab cahaya itu adalah sebuah sinar yang berfungsi untuk memperindah sebuah ruangan atau tempat.
dan cahaya di klasifikasikan menjadi dua yaitu:

1. Cahaya alami
 Cahaya alami adalah cahaya yang tercipta dari alam itu sendiri contohnya
- Matahari
- Api abadi

2. Cahaya buatan
 Cahaya buatan adalah sinar yang terbuat atau tercipta dari campur tangan manusia contohnya:
- Cahaya lamu
-Api unggun
-Lamu lalu lintas


Menggabungkan fotografi digital ke dalam sajian Multimedia

By aldibahar | At Minggu, Agustus 07, 2016 | Label : | 0 Comments

Menggabungkan fotografi digital ke dalam sajian Multimedia

Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.
Jenis-jenis kamera
Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.
Format film
Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.
1.    APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.
2.    Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.
3.    Medium format
4.    Large format
Jenis Film
1.    Film B/W, film negatif hitam putih.
2.    Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai.
3.    Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas.
Jenis-jenis kamera
1.    Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm.
2.    Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.
3.    SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem.
4.    TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
5.    Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium.
Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.
Kamera digital. Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film.
1.    Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
2.    Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
3.    DSLR. Digital SLR.
Lensa, mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.
Field of View (FOV) tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.
Field of View Crop, sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka padafield of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x)
Jenis-jenis Lensa
a. berdasarkan prime-vario
1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama.
2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur.
b. berdasarkan panjang focal
1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung.
2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah.
3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh.
c. berdasarkan aperture maksimumnya.
1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar.
2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit.
d. lensa-lensa khusus
1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat
2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan.
Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm.



Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produktif

By aldibahar | At Minggu, Agustus 07, 2016 | Label : | 0 Comments
Klasifikasi shot dasar:

1.ECU(EXTREME CLOSE UP)
   Menampilkan gambar yang sangat detail
2.VCU(VERY CLOSE UP)
   Permukaan wajah,jika yang di shot wajah manusia kepala bagian atas dan dagu sedikit terpotong
3.BCU(BIG CLOSE UP)
   dari wajah hingga ke leher
4.CU(CLOSE UP)
   Menampilkan seluruh permukaan wajah himgga sedikit ke bahu dan sedikit pada bagian dada
5.MCU(MEDIUM CLOSE UP)
  Menampilkan seluruh permukaan wajah hingga pada bagian dada dengan patokan tangan pada bagian
  siku sedikit ke atas
6.MS(MEDIUM SHOT)
   Hampir sama dengan MCU tapi pada MS siku sudah kelihatan hingga sedikit kebawah
7. THREE  QUARTER SHOT
    menampilkan badan hingga bagian lutut ke atas
8. FULL LENGHT SHOT
    Menampilkan seluruh badan dan besrnya memenuhi layar / screen(fit to screen)
9. LONG SHOT
   Menampilkan seluruh badan . Besar objek sekitar 1/3 sampai 3/4 dari lebar layar

Senin, Agustus 01, 2016

Menerapkan Efek Pada Objek Produksi

By aldibahar | At Senin, Agustus 01, 2016 | Label : | 0 Comments

Kita diajarkan untuk mengedit suatu video dengan menggunakan Adobe aftet efek agar terlihat lebih menarik dan bisa menjadi suatu yang memanjakan penonton, setelah itu kami diberi tugas untuk membuat sebuah efek pada seseorang hal ini bertujuan untuk melatih kita sudah mampu menguasai pelajaran tersebut dan hal yang telah diberikan oleh guru.
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Welcome!!! - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by AldiBahar