Selasa, Agustus 09, 2016

Umum (Berita MotoGP Terbaru 2016 : Marquez Rider Paling Konsisten Selama 9 Seri MotoGP)

By aldibahar | At Selasa, Agustus 09, 2016 | Label : | 0 Comments
Pembalap andalan Repsol Honda Marc Marquez mengaku senang dengan pencapaiannya saat ini yang mampu tampil konsisten dalam setiap balapan yang ia jalani. 9 Seri balap MotoGP 2016 memang di lewati Marc Marquez dengan sangat sempurna.
Meski ia tidak selalu mendapatkan juara di setiap serinya, namun Marc Marquez sangat senang dengan konsistensi yang selama ini ia jalani di setiap balapannya. Bahakan konsistensi ini sama seperti pertandingan balap MotoGP yang menghantarkan dirinya menjadi juara dunia pada musim 2014.
Dan kali ini bakal menjadi firasat atau pertanda baik dari marc Marquez, raihan gelar juara dunia kini sudah ada di depan mata. Tinggal melanjutkan konsistensi yang selama ini ia bangun bersama Motornya RC213V.
“Mungkin ini bagian dari kejuaraan. Saya tidak pernah menjadi pembalap tercepat di trek, namun tampil paling konsisten. Hasil musim ini sangat bertolak belakang ketimbang tahun lalu,” jelas Marquez mengutip dari Autosport, Senin (8/8/2016).

Minggu, Agustus 07, 2016

Memahami Penggunaan Tata Cahaya

By aldibahar | At Minggu, Agustus 07, 2016 | Label : | 0 Comments


Pada jam pembelajaran ini kami di ajarkan tentang cahaya, kemudian kami di beri pertanyaan bahwa apakah itu cahaya? lalu diantara kami semua ada yang menjawab cahaya itu adalah sebuah sinar yang berfungsi untuk memperindah sebuah ruangan atau tempat.
dan cahaya di klasifikasikan menjadi dua yaitu:

1. Cahaya alami
 Cahaya alami adalah cahaya yang tercipta dari alam itu sendiri contohnya
- Matahari
- Api abadi

2. Cahaya buatan
 Cahaya buatan adalah sinar yang terbuat atau tercipta dari campur tangan manusia contohnya:
- Cahaya lamu
-Api unggun
-Lamu lalu lintas


Menggabungkan fotografi digital ke dalam sajian Multimedia

By aldibahar | At Minggu, Agustus 07, 2016 | Label : | 0 Comments

Menggabungkan fotografi digital ke dalam sajian Multimedia

Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.
Jenis-jenis kamera
Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.
Format film
Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.
1.    APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.
2.    Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.
3.    Medium format
4.    Large format
Jenis Film
1.    Film B/W, film negatif hitam putih.
2.    Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai.
3.    Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas.
Jenis-jenis kamera
1.    Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm.
2.    Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.
3.    SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem.
4.    TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
5.    Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium.
Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.
Kamera digital. Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film.
1.    Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
2.    Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
3.    DSLR. Digital SLR.
Lensa, mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.
Field of View (FOV) tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.
Field of View Crop, sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka padafield of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x)
Jenis-jenis Lensa
a. berdasarkan prime-vario
1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama.
2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur.
b. berdasarkan panjang focal
1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung.
2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah.
3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh.
c. berdasarkan aperture maksimumnya.
1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar.
2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit.
d. lensa-lensa khusus
1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat
2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan.
Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm.



Bahasa Inggris

By aldibahar | At Minggu, Agustus 07, 2016 | Label : | 0 Comments
Pada pelajaran kali ini kami masih disuruh naik satu-satu orang untuk menghafal tentang cara membuat account yahoo seperti pelajaran minggu lalu, hal ini dilakukan karena di antara kami masih ada yang belum menghapalnya. dimana yang dibawakan oleh guru kami yaitu pak Bakhtiar Brisah.



Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Produktif

By aldibahar | At Minggu, Agustus 07, 2016 | Label : | 0 Comments
Klasifikasi shot dasar:

1.ECU(EXTREME CLOSE UP)
   Menampilkan gambar yang sangat detail
2.VCU(VERY CLOSE UP)
   Permukaan wajah,jika yang di shot wajah manusia kepala bagian atas dan dagu sedikit terpotong
3.BCU(BIG CLOSE UP)
   dari wajah hingga ke leher
4.CU(CLOSE UP)
   Menampilkan seluruh permukaan wajah himgga sedikit ke bahu dan sedikit pada bagian dada
5.MCU(MEDIUM CLOSE UP)
  Menampilkan seluruh permukaan wajah hingga pada bagian dada dengan patokan tangan pada bagian
  siku sedikit ke atas
6.MS(MEDIUM SHOT)
   Hampir sama dengan MCU tapi pada MS siku sudah kelihatan hingga sedikit kebawah
7. THREE  QUARTER SHOT
    menampilkan badan hingga bagian lutut ke atas
8. FULL LENGHT SHOT
    Menampilkan seluruh badan dan besrnya memenuhi layar / screen(fit to screen)
9. LONG SHOT
   Menampilkan seluruh badan . Besar objek sekitar 1/3 sampai 3/4 dari lebar layar
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Welcome!!! - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by AldiBahar